Inafis Polres Takalar Identifikasi Mayat Terdampar di Galesong Selatan

Inafis Polres Takalar Identifikasi Mayat Terdampar di Galesong Selatan
Mayat Terdampar di Galesong

LOSARIPOST.com, TAKALAR — Tim Inafis Polres Takalar berhasil mengungkap identitas mayat pria yang ditemukan terdampar di Pantai Mangindara, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Identitas korban diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan sidik jari.

Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Takalar, AKP Muhammad Rizal, membenarkan identifikasi tersebut. Ia mengatakan korban bernama Ardi, lahir di Ujung Pandang pada 11 Juni 1998 atau berusia 27 tahun. Korban tercatat berdomisili di Bonto Bila, Kelurahan Tubajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, dan belum memiliki pekerjaan tetap.

“Identitas korban sudah diketahui setelah dilakukan analisis sidik jari oleh tim Inafis,” ujar Rizal, Sabtu (20/12/2025).

Rizal menjelaskan, setelah identitas terungkap, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

“Sementara kita bawa dulu ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” katanya.

Ia menambahkan, penyidik Reskrim Polres Takalar masih mendalami kasus tersebut. “Untuk penyebab kematian, masih dalam proses penyelidikan,” lanjut Rizal.

Sebelumnya, jasad Ardi pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Zainuddin Daeng Nassa (45), di pesisir pantai Dusun Ballaparang, Desa Mangindara, pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, Zainuddin tengah berjalan menuju kapalnya yang berlabuh tidak jauh dari lokasi penemuan.

Pantauan di lokasi, hingga sekitar pukul 10.20 Wita, mayat korban masih berada di bibir pantai dalam posisi tertelungkup. Korban mengenakan baju berwarna biru dan celana pendek hitam. Penemuan tersebut menarik perhatian warga yang berkerumun di sekitar lokasi, sebagian di antaranya merekam dan menyiarkan langsung melalui media sosial.

Tim evakuasi yang terdiri dari PSC, BPBD, dan Inafis Polres Takalar tiba di lokasi sekitar pukul 10.24 Wita. Petugas harus berjalan kurang lebih 300 meter dari titik parkir kendaraan menuju lokasi penemuan. Setibanya di lokasi, petugas dibantu warga langsung mengevakuasi jenazah dan memasukkannya ke dalam kantong jenazah.

Jenazah kemudian digotong oleh enam personel kepolisian ke bekas tempat pelelangan ikan yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Sekitar 30 menit, jenazah diletakkan di halaman depan bangunan tersebut sambil menunggu ambulans.

“Menunggu ambulans, sementara sudah di jalan,” kata Kepala Desa Mangindara, Syafaruddin Mangka, saat ditemui di lokasi.

Saat menunggu ambulans, petugas sempat membuka kantong jenazah untuk mengubah posisi korban dari tertelungkup menjadi telentang. Saat dibalik, air tampak keluar dari mulut korban. Kondisi tubuh korban terlihat membengkak dengan kulit terkelupas di beberapa bagian.

Ambulans tiba sekitar pukul 11.05 Wita dan langsung membawa jenazah untuk penanganan lebih lanjut. Polisi memastikan proses penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap secara pasti penyebab kematian korban.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...