Harga Emas Pegadaian Bergerak Agresif, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat

Harga Emas Pegadaian Bergerak Agresif, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Emas (Dok: Istimewa)

LOSARIPOST.com, MAKASSAR — Pergerakan harga emas di Pegadaian kembali menunjukkan tren positif pada Minggu, 21 Desember 2025. Dua produk logam mulia yang dipasarkan, yakni emas UBS dan Galeri24, tercatat mengalami lonjakan harga cukup signifikan. Sementara itu, hingga hari ini harga emas Antam di Pegadaian belum tersedia.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada emas UBS. Untuk ukuran satu gram, harga tercatat naik Rp10.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya dan kini berada di level Rp2.564.000 per gram. Penguatan ini turut terjadi pada seluruh varian berat emas UBS yang dipasarkan Pegadaian.

Tak jauh berbeda, emas Galeri24 juga mencatatkan penguatan harga. Produk ini mengalami kenaikan Rp8.000 per gram, sehingga harga satu gram Galeri24 kini dipatok Rp2.519.000.

Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 untuk pecahan 0,5 gram dijual Rp1.321.000, sementara ukuran 2 gram berada di angka Rp4.963.000. Untuk ukuran menengah, emas Galeri24 5 gram dibanderol Rp12.316.000 dan 10 gram sebesar Rp24.566.000. Adapun ukuran besar seperti 50 gram dan 100 gram masing-masing dijual Rp122.429.000 dan Rp244.737.000. Sementara emas Galeri24 1 kilogram kini mencapai Rp2.431.795.000.

Pada produk UBS, harga emas 0,5 gram tercatat Rp1.386.000. Untuk ukuran 2 gram, harganya mencapai Rp5.088.000, sedangkan 5 gram dijual Rp12.572.000. Ukuran 10 gram emas UBS kini berada di level Rp25.010.000, dan untuk 100 gram dibanderol Rp249.004.000. Sementara itu, emas UBS 500 gram menyentuh angka Rp1.243.191.000.

Kenaikan harga emas ini tidak terlepas dari sejumlah faktor global dan domestik. Secara umum, harga emas memang dikenal fluktuatif, namun dalam beberapa tahun terakhir cenderung menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Kondisi tersebut membuat emas tetap diminati sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.

Tingginya permintaan pasar menjadi salah satu pendorong utama. Selain sebagai aset investasi, emas banyak digunakan dalam industri perhiasan dan teknologi, khususnya komponen elektronik. Di sisi lain, faktor budaya di sejumlah negara seperti India dan Tiongkok juga menciptakan lonjakan permintaan musiman, terutama pada momen pernikahan dan perayaan adat.

Ketidakpastian ekonomi global turut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai. Ketegangan geopolitik serta konflik dagang antarnegara besar membuat investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman, salah satunya emas.

Faktor lain yang memengaruhi penguatan harga adalah melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat emas lebih terjangkau bagi investor non-USD, sehingga permintaan global meningkat dan mendorong harga naik.

Selain itu, kebijakan moneter longgar seperti penurunan suku bunga juga berkontribusi terhadap kenaikan harga emas. Rendahnya imbal hasil instrumen lain membuat emas semakin menarik sebagai alternatif investasi yang relatif stabil.

Tekanan inflasi global turut memperkuat daya tarik emas. Saat inflasi meningkat dan nilai mata uang melemah, emas kerap dipilih sebagai aset pelindung nilai karena kemampuannya mempertahankan daya beli dalam jangka panjang.

Pegadaian mengingatkan masyarakat bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global. Calon investor disarankan untuk selalu memantau harga terkini sebelum melakukan transaksi pembelian.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...