LOSARIPOST.com, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi melakukan penandatanganan kontrak tiga paket Preservasi Jalan Tahun Jamak (Multiyear Contract) 2025–2027.
Kepala Bidang Jalan DBMBK Sulsel, Irawan, menegaskan bahwa penandatanganan kontrak tersebut merupakan langkah nyata dalam mempercepat penanganan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah melakukan penandatanganan kontrak bersama kontraktor pelaksana untuk pelaksanaan Preservasi Jalan,” ujar Irawan, Sabtu 06 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa sejumlah ruas yang masuk dalam Paket I merupakan titik-titik yang paling sering dikeluhkan masyarakat karena tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi maupun kondisi jalan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Paket I berisi ruas-ruas prioritas seperti Hertasning, Aroepala, Burung-Burung – Bili-Bili, hingga Sungguminasa – Malino. Ini semua adalah ruas-ruas yang sering menjadi keluhan masyarakat,” tegasnya.
Penandatanganan kontrak ini menjadi bagian dari Multiyears Project (MYP) 2025–2027 atau MYP 3,7, dengan nilai total mencapai Rp1,43 triliun. Proyek tersebut mencakup penanganan lebih dari 805 kilometer ruas jalan provinsi yang tersebar di wilayah selatan dan tengah Sulawesi Selatan.
Rincian Paket Jalan diantaranya Paket Idengan nilai kontrak: Rp430,7 miliar, panjang penanganan: 300,24 km, dan lokasi berasa di Makassar, Gowa, Sinjai, Bulukumba.
Ruas prioritas seperti Hertasning, Aroepala, Tun Abdul Razak, HM Yasin Limpo, Burung-Burung – Bili-Bili, Sungguminasa – Malino, Batas Sinjai – Palampang, Tanete – Tanaberu, hingga Kalimporo – Sumalaya – Batas Sinjai
Paket IV dan Paket V, dengan total nilai kontrak Rp999,1 miliar, panjang penanganan: 505,55 km dan lokasi Barru, Soppeng, Wajo, Bone, Pangkep
Proyek ini sejalan dengan prioritas pembangunan jalan yang telah dicanangkan Gubernur Sulsel sebelumnya, Andi Sudirman Sulaiman, dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Pemerintah provinsi menargetkan percepatan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah.
Peningkatan akses ini diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, menghubungkan pusat kegiatan strategis, melancarkan akses wisata, serta memperkuat jalur pertanian dan hortikultura.
Irawan menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya menyangkut kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program ini adalah upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan mendukung aktivitas masyarakat. Kita berharap proyek ini dapat menggerakkan perekonomian secara luas,” pungkasnya.
Penandatanganan tersebut turut dihadiri jajaran DBMBK Sulsel, Inspektorat Sulsel, Bappelitbangda, Biro PBJ Sulsel, Tim Ahli Gubernur, pihak kontraktor (Permata–Tri Star–Kharisma KSO untuk Paket I; Nindya Karya, Amal, Indec KSO untuk Paket IV & V), serta konsultan.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...