Butuh 400 Ribu Unit, Teguh Iswara Desak Rekrutmen Fasilitator Baru BSPS 2026

Butuh 400 Ribu Unit, Teguh Iswara Desak Rekrutmen Fasilitator Baru BSPS 2026
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Teguh Iswara Suardi

LOSARIPOST.com, JAKARTA — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Teguh Iswara Suardi, menegaskan perlunya rekrutmen besar-besaran fasilitator baru untuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026. 

Teguh menilai peningkatan target BSPS yang mencapai 400 ribu unit tidak akan berjalan optimal tanpa penambahan tenaga fasilitator di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya tidak ada rekrutmen tenaga baru, sehingga beban fasilitator kian berat di tengah kondisi geografis banyak daerah yang menantang.

“Anak-anak muda harus diberi ruang. Mereka memiliki kualitas dan energi besar. Dengan target 400 ribu unit, terbuka peluang ekonomi bagi vendor, tukang, tenaga ahli, hingga fasilitator,” tegasnya, Sabtu 6 Desember 2025.

Teguh juga menekankan bahwa keberhasilan BSPS sangat bergantung pada kemampuan program beradaptasi terhadap kondisi lapangan, terutama di wilayah pegunungan dan 3T. 

Ia menyoroti keterlambatan pelaksanaan BSPS di sejumlah daerah pemilihannya di Sulsel II mulai dari Bulukumba, Sinjai, Bone, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, hingga Parepare.

Menurutnya, banyak fasilitator di daerah tersebut enggan memulai pekerjaan karena terkendala kondisi akses, cuaca, dan waktu pelaksanaan.

 “Ini komitmen besar pemerintah. BSPS adalah wujud keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” kata Teguh.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ia mengusulkan agar program BSPS dibagi menjadi dua fase pelaksanaan, misalnya Maret–April dan Agustus–September. 

Pembagian fase ini dinilai akan memberikan ruang prioritas bagi daerah terpencil sehingga tidak lagi tertinggal.

 “Semua warga negara berhak mendapatkan rumah layak huni. Dengan pembagian fase, daerah terpencil tidak lagi tertinggal, dan pelaksanaan bisa lebih terukur,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti kebutuhan fasilitator, Teguh juga menekankan pentingnya melibatkan tenaga kerja lokal di setiap daerah pelaksanaan BSPS. Menurutnya, program ini memiliki fungsi ganda: memperbaiki hunian warga kurang mampu sekaligus menggerakkan roda ekonomi di sekitar lokasi pembangunan.

“Program BSPS bukan hanya membangun rumah, tetapi menghidupkan ekonomi lokal. Ini yang harus kita jaga,” tutupnya

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...