LOSARIPOST.com, SULSEL - Implementasi Interactive Flat Panel (IFP), perangkat papan digital interaktif yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, mulai dirasakan secara nyata oleh sekolah-sekolah menengah di Sulawesi Selatan.
Sejumlah SMA dan SMK telah menerima perangkat ini dan mulai memanfaatkannya dalam proses pembelajaran sejak akhir 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, memastikan bahwa distribusi tahap awal sudah berlangsung dan perangkat telah digunakan di berbagai satuan pendidikan.
“Ada beberapa sekolah yang sudah menerima dan memanfaatkan panel interaktif. Jatahnya satu sekolah satu panel, meskipun belum merata untuk seluruh Sulawesi Selatan tahun ini. Tahun depan akan dibagikan lagi karena targetnya memang satu sekolah satu panel interaktif,” ujarnya, Sabtu 6 Desember 2025.
Dalam penyaluran tahap pertama, IFP didistribusikan ke ratusan sekolah menengah. Total perangkat yang masuk mencapai sekitar 700 unit.
“Kurang lebih 400 SMA dan 300-an SMK. Totalnya sekitar 700 pieces yang dibagi antara SMA dan SMK,” jelas Iqbal.
Ia menegaskan bahwa sekolah swasta juga termasuk dalam penerima manfaat, bukan hanya sekolah negeri.
“Seluruh Sulawesi Selatan mendapatkan jatah, termasuk sekolah swasta. Kalau digabung, totalnya lebih dari 1.000 unit yang sudah tersalurkan,” tambahnya.
Dengan pemanfaatan panel interaktif ini, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih modern, interaktif, dan mendukung penguasaan teknologi oleh peserta didik. Pemerintah daerah menargetkan distribusi merata bagi semua SMA–SMK, baik negeri maupun swasta, pada tahun 2026.
“Mudah-mudahan tahun depan semua sekolah tingkat menengah di Sulawesi Selatan bisa menerima panel interaktif ini secara merata,” kata Iqbal.
Program digitalisasi pendidikan ini menjadi salah satu langkah percepatan peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong adaptasi sekolah terhadap teknologi pembelajaran terkini.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...