LOSARIPOST.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni mencatat sejumlah capaian transformasi besar sepanjang periode kepemimpinan Direktur Utama Tri Andayani pada 2022–2026.
Perubahan tersebut mencakup pembenahan operasional, peningkatan layanan pelanggan, digitalisasi sistem, hingga penguatan sumber daya manusia perusahaan.
Selama masa kepemimpinan yang akrab disapa Anda tersebut, Pelni melakukan pembaruan identitas perusahaan melalui perubahan logo pada 25 Mei 2023.
Langkah ini diikuti dengan revitalisasi armada dan fasilitas kapal yang diarahkan untuk menghadirkan layanan pelayaran yang lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan penumpang.
Sekretaris Perusahaan Pelni, Ditto Pappilanda, menyebut perubahan identitas tersebut menjadi titik awal dari transformasi menyeluruh di tubuh perusahaan.
“Setelah lebih dari 74 tahun beroperasi, untuk pertama kalinya Pelni melakukan pembaruan identitas perusahaan di bawah kepemimpinan Anda. Ini menjadi energi baru bagi perusahaan untuk terus bertransformasi,” ujar Ditto, Jumat 19 Juni 2026.
Transformasi operasional juga dilakukan melalui penguatan sistem pemantauan terpadu, termasuk Operation Room yang terhubung dengan Vessel Monitoring System, pemantauan cuaca real time bersama BMKG, serta sistem komunikasi digital dan CCTV yang memantau kondisi kapal secara langsung.
Di sektor keselamatan, perusahaan meningkatkan standar perlengkapan dengan menghadirkan Marine Evacuation System (MES) serta Voyage Data Recorder (VDR) di seluruh kapal penumpang guna memenuhi standar internasional.
Dari sisi layanan, perubahan juga dirasakan penumpang melalui pengembangan sistem digital. PELNI menghadirkan berbagai kanal pembelian tiket berbasis aplikasi, termasuk PELNI Mobile, serta layanan check-in digital dan e-boarding pass untuk mempercepat proses keberangkatan.
Pada tahap perjalanan di atas kapal, PELNI melakukan revitalisasi fasilitas seperti ruang penumpang, kafetaria, bioskop kapal, hingga penyediaan akses Wi-Fi berbayar.
Standarisasi layanan makanan juga diterapkan melalui pengaturan menu, rasa, dan porsi yang lebih konsisten, disertai peningkatan kualitas fasilitas dapur dan sanitasi berbasis standar HACCP.
Sementara itu, pada tahap akhir perjalanan, perusahaan memperkuat integrasi layanan antarmoda untuk memudahkan mobilitas penumpang hingga tiba di tujuan akhir.
Transformasi digital turut menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pengguna aplikasi PELNI Mobile meningkat dari sekitar 195 ribu pada 2022 menjadi lebih dari 531 ribu pada 2025, dengan lonjakan transaksi dari 1.484 menjadi sekitar 680 ribu transaksi dalam periode yang sama.
Ditto menyebut tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan PELNI berada pada kategori “sangat puas” berdasarkan Customer Satisfaction Index selama periode transformasi berlangsung.
Selain pembenahan layanan, PELNI juga memperkuat aspek sumber daya manusia melalui pembentukan divisi Learning & Development dan Divisi Pengawakan, pengembangan manajemen talenta, sistem presensi digital, fasilitas penitipan anak (day care), serta berbagai program kesejahteraan karyawan.
“Transformasi ini tidak hanya terlihat dari program yang dijalankan, tetapi juga dari fondasi organisasi yang semakin kuat untuk menghadapi tantangan ke depan,” kata Ditto.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...