LOSARIPOST.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa memperkuat peran kader dalam upaya mencegah perkawinan usia anak.
Kader PKK di seluruh tingkatan diharapkan aktif memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak serta pendewasaan usia perkawinan.
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak (CEPAK) dan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang digelar Pokja I TP PKK Gowa di Hotel Horison Ultima Makassar, Selasa 3 November 2026.
Menurut Andi Tenri Indah, perkawinan usia anak bukan sekadar persoalan keluarga, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda.
Praktik tersebut berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan, menghambat pendidikan, hingga memengaruhi kesiapan mental anak dalam membangun rumah tangga.
"Ketika sebuah ikatan pernikahan dipaksakan terjadi di usia anak, di mana organ reproduksi belum siap dan kondisi psikologis masih labil, maka yang kita pertaruhkan adalah masa depan anak-anak kita," ujarnya.
Ia juga menyoroti hubungan antara perkawinan usia anak dengan risiko stunting. Ketidaksiapan fisik dan kesehatan ibu yang menikah pada usia dini dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan kondisi kurang gizi maupun stunting.
Karena itu, menurutnya, pencegahan perkawinan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Kader PKK dinilai memiliki posisi strategis untuk menjangkau keluarga sekaligus menyampaikan pemahaman mengenai dampak perkawinan dini.
"Memerangi perkawinan anak sama artinya dengan menyelamatkan generasi masa depan. Karena itu, kita harus bersama-sama mengambil peran dalam mencegah praktik ini," tegasnya.
Andi Tenri Indah meminta kader PKK mengoptimalkan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk pola pikir dan masa depan anak.
Orang tua diharapkan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan potensi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
“Pernikahan itu harus siap, bukan sekadar cepat. Berikan ruang bagi anak-anak kita untuk menuntaskan wajib belajar mereka dan mengejar cita-citanya,” pesannya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh pihak lintas sektor yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap sosialisasi CEPAK dan PAAREDI dapat memperkuat kerja sama dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang anak.
"Dengan semangat kebersamaan, mari kita satukan komitmen untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya perkawinan usia anak serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, aman, dan suportif," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, mengatakan penguatan pola asuh anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan perkawinan usia anak.
Ia menilai, perkawinan anak masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius karena dampaknya dapat meluas ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, kondisi psikologis, hingga kehidupan sosial anak.
Melalui kegiatan yang diinisiasi Pokja I tersebut, TP PKK Gowa berupaya meningkatkan pemahaman keluarga sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan fungsi edukasi dan sosialisasi di tengah masyarakat.
“Melalui Pokja I TP PKK Kabupaten Gowa, dilaksanakan kegiatan sosialisasi PAAREDI dan CEPAK sebagai bentuk komitmen TP PKK Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas keluarga, melindungi anak, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas,” ujarnya.
Suryanti berharap kader PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dapat meneruskan materi sosialisasi kepada masyarakat.
Dengan begitu, pemahaman mengenai pola asuh yang tepat dan perlindungan anak tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
"Kami berharap, melalui kegiatan tersebut, para kader PKK dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat, khususnya mengenai pentingnya pola asuh yang tepat serta perlindungan anak dari praktik perkawinan usia dini," pungkasnya.
Andi Tenri Indah Ajak Kader PKK Gowa Aktif Lindungi Anak dari Pernikahan Dini

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...