140 Peserta Ikut Seleksi Imam, Appi Minta Proses Transparan dan Objektif

140 Peserta Ikut Seleksi Imam, Appi Minta Proses Transparan dan Objektif
Istimewa

LOSARIPOST.com - Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan imam kelurahan yang berkualitas melalui proses seleksi yang ketat dan transparan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka Seleksi Calon Imam Kelurahan Tahun 2026 yang digelar di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu 6 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi menekankan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi syarat utama yang tidak bisa ditawar bagi seorang imam.

“Standar imam itu jelas. Kemampuan membaca Al-Qur’an tidak bisa dikompromikan,” tegasnya.

Selain aspek keagamaan, ia juga menyoroti pentingnya sikap toleransi. Menurutnya, imam harus mampu menjadi figur pemersatu di tengah masyarakat Makassar yang beragam.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Imam harus hadir sebagai penyejuk,” ujarnya.

Appi menjelaskan, peran imam tidak hanya sebatas memimpin salat, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam kehidupan sosial. Ia berharap masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat, ruang musyawarah, hingga tempat membangun karakter generasi muda.

“Kalau persoalan masyarakat dibawa ke masjid, seharusnya bisa selesai di situ. Itu fungsi sentral imam,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar proses seleksi menghasilkan sosok yang memiliki integritas, moralitas, serta visi kuat dalam membangun umat. Pemerintah kota, kata dia, tidak ingin lagi menerima keluhan terkait kinerja imam di tingkat kelurahan.

“Yang kita cari bukan hanya pintar, tapi juga berintegritas dan punya tanggung jawab sosial,” katanya.

Tak hanya itu, Appi menekankan bahwa imam juga harus memiliki kemampuan manajerial dalam mengelola masjid bersama pengurus.

“Imam itu pemimpin. Kalau bicara pemimpin, kita bicara manajemen dan hasil yang jelas dari aktivitas masjid,” ungkapnya.

Kepada peserta, ia berpesan agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengingatkan agar tidak muncul narasi negatif dari peserta yang tidak lolos.

“Seleksi pasti ada yang lulus dan tidak. Tapi jangan yang tidak lulus justru menyebarkan hal negatif,” ujarnya.

Sementara kepada panitia dan tim penguji, Appi menegaskan pentingnya menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.

“Pastikan yang lulus benar-benar yang mampu, bukan karena kedekatan atau hubungan tertentu,” tegasnya.

Diketahui, seleksi tahun ini diikuti 140 peserta dari 103 kelurahan. Mereka akan melalui sejumlah tahapan, mulai dari administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga kemampuan baca tulis Al-Qur’an. Dari jumlah tersebut, hanya 103 orang yang akan ditetapkan sebagai imam kelurahan untuk periode 2026–2029.

Munafri berharap seleksi ini mampu melahirkan imam yang tidak hanya menjadi pemimpin ibadah, tetapi juga pembimbing umat dan teladan di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar seleksi, tapi bagian dari upaya membangun kualitas kehidupan keagamaan di Kota Makassar,” tutupnya.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...