Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Tembus Pasar Dunia, Tak Cukup Jago di Negeri Sendiri

Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Tembus Pasar Dunia, Tak Cukup Jago di Negeri Sendiri
Fadli menyebut sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik Indonesia. Foto/LP

LOSARIPOST.com — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong musik Indonesia memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Menurutnya, dominasi musik lokal di dalam negeri merupakan modal penting untuk membawa karya musisi Indonesia bersaing di panggung dunia.

Fadli menyebut sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik Indonesia. Capaian tersebut dinilainya sebagai modal positif bagi perkembangan industri musik nasional, tetapi perlu dilanjutkan dengan upaya memperkenalkan karya musisi Indonesia kepada pendengar di luar negeri.

“Kalau sekarang musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, ini sudah prestasi juga, sangat bagus. Tinggal berikutnya adalah bagaimana to the next level-nya itu. Musik Indonesia bisa dinikmati di negara-negara tetangga, bahkan di dunia internasional,” kata Fadli di Makassar, Selasa 27 Oktober 2026.

Pernyataan itu disampaikan Fadli saat membahas perkembangan musik nasional dalam rangkaian Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards. Ajang penghargaan tersebut telah berlangsung selama 29 tahun sejak pertama kali digelar pada 1997.

Menurut Fadli, AMI Awards memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekosistem musik, mulai dari musisi, pencipta lagu, penyanyi, hingga penata musik dan berbagai profesi pendukung industri tersebut.

Ia juga menilai Indonesia memiliki modal budaya yang besar untuk mengembangkan musik. Dengan keragaman suku bangsa dan ekspresi budaya dari berbagai daerah, musik Indonesia mempunyai karakter yang dapat menjadi daya tarik tersendiri di pasar global.

Fadli mencontohkan perkembangan musik dari kawasan Indonesia Timur yang semakin dikenal secara nasional. Sejumlah lagu seperti “Tatu Bali”, “Stecu Stecu”, dan “Veronica” disebutnya sebagai gambaran bagaimana karya musik dari daerah dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.

Ia juga menyinggung kemunculan istilah Timurnesia sebagai salah satu bentuk perkembangan genre musik yang terus berubah mengikuti zaman.

“Musik itu universal dan mudah sekali diterima oleh masyarakat kita,” ujarnya.

Meski demikian, Fadli menilai Indonesia masih perlu memperkuat strategi agar musik nasional tidak hanya populer di dalam negeri. Ia mencontohkan industri musik Korea Selatan yang mampu memperkenalkan karya dan budaya mereka ke berbagai negara melalui gerakan Korean Wave atau Hallyu.

Menurutnya, pengembangan musik Indonesia membutuhkan kerja sama pemerintah, pelaku industri, pihak swasta, dan sponsor. Dukungan tersebut diperlukan agar musisi memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kapasitas dan tampil di panggung internasional.

Kementerian Kebudayaan, kata Fadli, juga memiliki program Manajemen Talenta Nasional yang mencakup bidang musik. Program tersebut diarahkan untuk mendukung proses penjaringan talenta, pembinaan kapasitas, hingga pengakuan di tingkat internasional.

Selain itu, pemerintah menyediakan dukungan melalui Dana Indonesiana, yakni skema pendanaan untuk mendukung pemajuan kebudayaan. Fadli menyebut dana kelolaan yang telah ditingkatkan menjadi Rp6 triliun itu menjadi salah satu instrumen untuk memperluas dukungan bagi pelaku kebudayaan.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI), Candra Darusman, mengingatkan bahwa perkembangan musik perlu dilihat sesuai konteks zamannya.

Perbedaan selera antargenerasi, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam perjalanan industri musik.

Candra mencontohkan pengalaman ketika musik The Beatles mendapat penolakan dari sebagian orang tua pada masa ia masih kecil. Namun, generasinya justru menerima musik tersebut karena sesuai dengan perkembangan zaman saat itu.

“Setiap era ada karakteristiknya dan kita menerima secara terbuka,” kata Candra.

Ia menjelaskan, AMI Awards berupaya menjadi ruang apresiasi bagi berbagai aliran musik, kelompok, dan generasi. Keberagaman tersebut menjadi gambaran dinamika musik Indonesia yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Melalui penyelenggaraan yang berkesinambungan, Candra berharap karya para musisi dari beragam latar belakang tetap mendapat ruang untuk diapresiasi.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...