Ratusan Warga Gelar Aksi di Kantor Bupati Gowa, Desak Husniah Talenrang Mundur

Ratusan Warga Gelar Aksi di Kantor Bupati Gowa, Desak Husniah Talenrang Mundur
Istimewa

LOSARIPOST.com - Ratusan warga mendatangi Kantor Bupati Gowa di Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Senin 24 Agustus 2026.

Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan dan mendesak Bupati Gowa Husniah Talenrang mundur dari jabatannya.

Aksi tersebut diikuti warga dari sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa. Jenderal lapangan aksi, Indra Gunawan, menyebut massa datang secara spontan dari beberapa kecamatan, di antaranya Bontonompo, Pallangga, Bontomarannu, serta wilayah Sungguminasa.

Indra mengklaim jumlah warga yang hadir mencapai ribuan orang. Menurut dia, massa yang berkumpul di Kantor Bupati Gowa diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang.

“Informasi dari beberapa kecamatan, ada masyarakat dari Bontonompo, Pallangga, Sungguminasa, Bontomarannu dan beberapa wilayah lainnya yang hadir. Kami taksir jumlahnya tidak jauh dari angka 5.000 orang,” kata Indra saat ditemui di lokasi aksi.

Dalam orasinya, massa juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai mencederai kepemimpinan di Kabupaten Gowa. Salah satu isu yang disampaikan berkaitan dengan dugaan hubungan pribadi antara Husniah Talenrang dan seorang berinisial PK.

Indra menyebut dugaan tersebut sebagai persoalan serius karena menyangkut etika dan keteladanan seorang kepala daerah. Namun, tudingan tersebut merupakan klaim dari pihak demonstran dan belum menjadi kesimpulan hukum.

Menurut Indra, seorang kepala daerah semestinya menjadi teladan bagi masyarakat dan menjaga nilai-nilai budaya yang selama ini dijunjung masyarakat Gowa.

“Ibu Bupati Gowa harus tahu diri bahwa masyarakat Gowa tidak mau lagi dengan Bupati Gowa yang dianggap telah mencederai nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, serta siri' na pacce,” ujarnya.

Ia menilai persoalan moral menjadi salah satu alasan utama massa mendesak adanya pergantian kepemimpinan di Kabupaten Gowa.

Selain isu tersebut, massa juga menyoroti persoalan pengisian sejumlah posisi organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Indra mengatakan aksi yang digelar pada Senin ini belum menjadi aksi terakhir. Massa mengaku akan tetap bertahan dan memantau perkembangan tuntutan mereka di Kantor Bupati Gowa.

“Kami hari ini masyarakat Gowa akan tetap standby di Kantor Bupati Gowa,” katanya.

Ia juga memperingatkan akan adanya aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.

“Kalau Ibu masih tidak mau meninggalkan jabatannya, kami akan datang lebih banyak lagi di hari-hari berikutnya,” tegasnya.

Indra menambahkan, aksi tersebut tidak mengatasnamakan organisasi atau aliansi tertentu. Menurut dia, massa berasal dari masyarakat yang secara spontan memilih datang ke Kantor Bupati Gowa untuk menyampaikan aspirasi.

“Aliansi kami tidak pakai. Ini sporadis, gabungan masyarakat yang tiba-tiba berinisiatif datang ke sini. Ini kesadaran masyarakat yang tidak mau lagi dipimpin,” pungkasnya.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...