Prabowo Janji Sekolah dan Pesantren NU Dapat 4 Layar Interaktif per Kelas

Prabowo Janji Sekolah dan Pesantren NU Dapat 4 Layar Interaktif per Kelas
Istimewa

LOSARIPOST.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan sekolah dan pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) akan mendapatkan bantuan layar interaktif panel.

Pemerintah bahkan menyiapkan empat unit untuk setiap ruang kelas sebagai kompensasi atas keterlambatan distribusi.

Janji tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu 28 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf kepada NU. Ia mengaku baru mengetahui masih banyak sekolah dan pesantren yang berada di bawah naungan NU belum memperoleh perangkat digitalisasi pendidikan tersebut.

“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama. Saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, keterlambatan penyaluran bukan disebabkan persoalan teknis di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menurutnya, persoalan tersebut lebih berkaitan dengan pembagian kewenangan pengelolaan lembaga pendidikan antarkementerian.

Ia menyebut sekolah negeri berada dalam lingkup Kemendikdasmen. Sementara sekolah dan madrasah yang dikelola lembaga pendidikan keagamaan, termasuk yang berada di bawah NU, masuk dalam kewenangan Kementerian Agama.

“Ini adalah ruang lingkup administrasi Menteri Pendidikan, Mendikdasmen. Beliau tidak salah karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri,” katanya.

Karena itu, Prabowo memastikan sekolah-sekolah NU tetap menjadi bagian dari program pemerataan fasilitas digital pendidikan pemerintah.

Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara sekolah negeri dan sekolah yang dikelola NU dalam penerimaan bantuan tersebut.

“Tidak ada masalah walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri,” tegasnya.

Prabowo kemudian mengungkap skema pemberian bantuan yang akan dilakukan pemerintah. Jika sebelumnya sekolah negeri telah menerima satu layar untuk setiap ruang kelas, tahun ini mereka akan memperoleh tambahan tiga unit.

Sementara sekolah dan pesantren NU yang belum menerima bantuan akan langsung mendapatkan empat unit layar interaktif dalam setiap ruang kelas.

“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan terima langsung empat,” jelas Prabowo.

Kebijakan tersebut, kata Prabowo, menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan lembaga pendidikan di lingkungan NU tidak tertinggal dalam proses transformasi digital.

Ia juga menyebut pemberian bantuan tersebut sebagai upaya memenuhi komitmen yang sebelumnya menjadi tanggung jawab pemerintah kepada warga Nahdliyin.

“Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi,” pungkasnya.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...