LOSARIPOST.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil tindakan tegas terhadap 13 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan terlibat judi online.
Keputusan pencopotan itu ditegaskan Amran usai memimpin rapat di Auditorium Kementerian Pertanian, Senin 31 Agustus 2026.
Ia memastikan para pejabat tersebut tidak akan lagi menduduki jabatan mereka di Kementan.
“13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua,” tegas Amran.
Menurut Amran, pencopotan dilakukan setelah laporan mengenai pelanggaran tersebut terlebih dahulu ditelusuri dan diverifikasi. Ia menegaskan keputusan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan bagian dari upaya penegakan disiplin di lingkungan kementeriannya.
Amran mengatakan pembinaan sebelumnya telah diberikan kepada pegawai yang melakukan pelanggaran. Peringatan juga telah disampaikan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi.
Namun, ketika pelanggaran kembali dilakukan, Amran menilai tindakan yang lebih keras perlu diterapkan.
“Dulu pernah ada kecil-kecil, kami beri peringatan. Kami mencoba pembinaan, memberi peringatan. Ternyata berulang. Lebih baik ini diberhentikan, dicopot sekalian,” ujarnya.
Ia bahkan memastikan pencopotan terhadap 13 pejabat tersebut bersifat permanen. Amran meminta Inspektur Jenderal dan Sekretaris Jenderal Kementan segera menyiapkan pejabat pengganti agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak terganggu.
“Yang jelas dicopot permanen, diganti, titik,” katanya.
Amran juga memperingatkan seluruh jajaran Kementan agar tidak mengulangi pelanggaran disiplin.
Menurutnya, pegawai yang kembali melakukan kesalahan setelah mendapatkan pembinaan tidak akan lagi mendapat toleransi yang sama.
“Kami sudah beri tahu ke depan tidak menutup kemungkinan saya berhentikan. Saya ulangi, kalau mengulangi, peluangnya sangat besar saya berhentikan,” tegasnya.
Ia menilai keterlibatan ASN dalam aktivitas judi online tidak hanya bertentangan dengan aturan kedinasan, tetapi juga mencederai tanggung jawab moral sebagai aparatur negara.
Amran mengingatkan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat sehingga harus mampu menjaga perilaku dan memberikan contoh yang baik, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini tidak boleh, ini melanggar. Kita sebagai umat beragama, kita sebagai anak bangsa, apalagi kita PNS, kita ini pelayan. Enggak boleh memberi contoh yang tidak baik,” ujarnya.
Di balik sikap tegas tersebut, Amran menyebut dirinya justru ingin menyelamatkan para pegawai dari perilaku yang dapat berdampak buruk terhadap kehidupan mereka dan keluarga.
Ia mengatakan pimpinan memiliki tanggung jawab untuk membimbing bawahannya agar tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan.
“Itulah bukti cinta saya pada mereka,” kata Amran.
Amran menilai seorang pimpinan tidak cukup hanya memberikan tugas kepada bawahannya. Pimpinan juga berkewajiban membentuk aparatur yang memiliki disiplin, integritas dan keteladanan.
“Saya sebagai bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya,” tuturnya.
Ia menegaskan penegakan disiplin akan terus menjadi bagian dari pembinaan aparatur di lingkungan Kementan. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan, sementara pelanggaran yang dilakukan berulang dapat berujung pada sanksi yang lebih berat.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...