LOSARIPOST.com — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan menonaktifkan sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa bersama 14 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.
Husniah menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi pemerintahan. Ia ingin memastikan dinamika yang terjadi di internal aparatur sipil negara tidak mengganggu pelayanan publik.
Penjelasan itu disampaikan Husniah saat ditemui di Mapolda Sulawesi Selatan, Jumat 21 Agustus 2026 malam.
“Tujuannya melakukan penyegaran agar pemerintahan ini berjalan tertib sesuai dengan harapan kita bersama. Terkhusus kepada pelayanan masyarakat itu jangan pernah diganggu atau terganggu oleh hal-hal yang terjadi di internal ASN atau pejabat-pejabat,” ujar Husniah.
Keputusan menonaktifkan sementara sejumlah pejabat ini muncul di tengah sorotan terhadap dinamika internal pemerintahan Kabupaten Gowa.
Langkah tersebut juga menjadi perhatian karena dilakukan saat Husniah menghadapi sejumlah persoalan yang berkembang, mulai dari isu usulan pemecatan di lingkungan pemerintahan hingga perkara hukum yang menyeret namanya.
Meski demikian, Husniah tidak secara langsung menyebut persoalan-persoalan tersebut sebagai alasan penonaktifan 15 pejabat. Ia menegaskan kebijakan itu merupakan bagian dari kewenangannya dalam menata jalannya pemerintahan.
Husniah juga membantah kabar yang menyebut dirinya telah menonjobkan sejumlah pejabat tersebut.
Menurutnya, istilah yang tepat adalah penonaktifan sementara, bukan pencopotan atau nonjob.
“Saya melakukan penonaktifan, bukan nonjob. Kami tidak melakukan nonjob. Berita yang di luar itu simpang siur dan salah sekali,” tegasnya.
Ia menyebut penonaktifan dilakukan terhadap sejumlah pejabat di satuan kerja perangkat daerah sebagai bagian dari tugas kepala daerah untuk memastikan pemerintahan tetap berjalan dengan baik.
Penataan birokrasi ini menjadi sorotan karena pejabat yang dinonaktifkan tidak hanya berasal dari satu instansi. Sekda Gowa Andy Azis Peter turut masuk dalam daftar bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah strategis.
Di tengah situasi internal pemerintahan yang menjadi perhatian publik, Husniah menekankan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan normal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun setidaknya ada 15 pejabat eselon II Pemkab Gowa yang dinonaktifkan sementara, yakni:
1. Sekda Gowa Andy Azis Peter
2. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sahir
3. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Fajaruddin
4. Asisten Bidang Administrasi Umum Natsir Arif
5. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Abidzar
6. Kepala Dinas Perhubungan Agus Harahap
7. Inspektur Inspektorat Syahrul Syahir
8. Kepala BPKAD Mahmud
9. Sekretaris DPRD Gowa Idil Hafid
10. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ary Mahdin
11. Kepala Bappeda Sujjadan
12. Kepala BKPSDM Indra Said
13. Kepala Bapenda Indra Wahyudi
14. Kepala Dinas Pendidikan Taufik Mursad
15. Kepala DPMPTSP Indra Setiawan

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...