LOSARIPOST.com – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), meminta pelaksana proyek mempercepat pembangunan Stadion Sudiang, Makassar, setelah menemukan progres pekerjaan masih sedikit tertinggal dari target yang telah ditetapkan.
Hal itu disampaikan AIA usai meninjau langsung pembangunan stadion, Sabtu (1/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Anggota Komisi C DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Gerindra, Patudangi Aziz, serta Anggota Komisi D DPRD Sulsel Fraksi Gerindra, Sultan Tajang.
Menurut AIA, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan progres pembangunan telah mencapai sekitar 13 persen. Namun, pelaksanaan proyek masih mencatat deviasi negatif sekitar satu persen dibanding target yang direncanakan.
"Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat deviasi negatif sekitar satu persen dari target yang direncanakan. Angka ini memang tidak besar, tetapi kami meminta pelaksana segera menambah sumber daya manusia dan peralatan agar progres pekerjaan bisa dikejar, bahkan melampaui target sehingga deviasi negatif berubah menjadi deviasi positif," ujarnya.
Ia menegaskan percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas bangunan. Menurutnya, Stadion Sudiang diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas olahraga terbesar di Sulawesi Selatan sehingga mutu konstruksi harus menjadi perhatian utama.
"Kami hadir bukan hanya melihat progres, tetapi memastikan mutu pekerjaan benar-benar terjaga. Stadion ini harus dibangun dengan kualitas terbaik karena akan dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang panjang," tegas Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel tersebut.
Selain perkembangan fisik, AIA juga menyoroti persoalan pembebasan lahan yang hingga kini belum tuntas. Ia menyebut masih ada kewajiban pembayaran ganti rugi sekitar Rp18 miliar kepada pemilik lahan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menyelesaikan pembayaran tersebut agar tidak menghambat proses pembangunan stadion. Persoalan pembebasan lahan ini harus menjadi perhatian serius," katanya.
Meski Stadion Sudiang berada di luar daerah pemilihannya, AIA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan proyek tersebut hingga selesai. Ia mengaku sejak awal telah menyampaikan langsung pentingnya pembangunan stadion kepada pemerintah pusat.
"Sebetulnya ini bukan daerah pemilihan saya, tetapi saya merasa tetap harus memperjuangkannya. Dulu saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo dan juga kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar pembangunan stadion ini menjadi perhatian pemerintah pusat," ungkapnya.
Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga stadion sudah bisa digunakan masyarakat pada 2027.
"Kita berharap tahun 2027 stadion ini sudah dapat digunakan sehingga masyarakat bisa menikmati pertandingan sepak bola dengan fasilitas yang representatif," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, AIA juga meminta anggota DPRD Sulsel mengawal penyediaan anggaran pembebasan lahan melalui pembahasan APBD Perubahan.
"Pak Sultan dan Pak Patudangi, persoalan pembebasan lahan ini harus menjadi atensi. Kami berharap DPRD mengingatkan Pemerintah Provinsi agar kewajiban kepada pemilik lahan segera diselesaikan," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Patudangi Aziz, memastikan Fraksi Gerindra akan mempertanyakan kesiapan anggaran pembayaran lahan dalam pembahasan bersama pemerintah provinsi.
"Kami akan mendesak Pak Gubernur melalui pandangan fraksi. Kami juga akan mempertanyakan di mana pos anggaran pembayaran lahan stadion ini. Pada intinya, stadion ini sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, saya di Komisi C akan mendorong Pemprov segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan yang masih tersisa," ujar Patudangi.
Senada dengan itu, Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang, mengatakan DPRD akan terus mendorong pemerintah provinsi menuntaskan pembayaran ganti rugi lahan senilai sekitar Rp18 miliar agar proyek tidak mengalami hambatan.
"Kami di DPRD Sulsel akan mendesak pemerintah provinsi agar pembayaran lahan yang masih sekitar Rp18 miliar itu segera diselesaikan. Stadion ini sangat dirindukan masyarakat dan harus segera bisa dinikmati," katanya.
Sultan juga mengapresiasi perhatian AIA terhadap pembangunan Stadion Sudiang. Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan meski proyek itu berada di luar daerah pemilihannya.
"Saya sangat mengapresiasi kehadiran Pak Andi Iwan Aras. Beliau menunjukkan kepedulian yang begitu besar terhadap pembangunan stadion ini, padahal ini bukan daerah pemilihannya. Beliau tetap hadir mengawal agar stadion ini bisa selesai dan dinikmati masyarakat Sulawesi Selatan," tutup Sultan.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...