LOSARIPOST.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mencatatkan kemajuan dalam pengelolaan publikasi ilmiah.
Berdasarkan hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2025 yang diumumkan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, enam jurnal yang diterbitkan Unhas berhasil meraih status akreditasi baru.
Dari enam jurnal tersebut, tiga di antaranya berhasil meningkatkan peringkat dari SINTA 4 menjadi SINTA 3. Sementara tiga jurnal lainnya memperoleh akreditasi nasional untuk pertama kalinya.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi dengan ekosistem publikasi ilmiah yang terus berkembang.
Saat ini universitas memiliki 122 jurnal yang diterbitkan berbagai fakultas dan unit kerja. Sebanyak 98 jurnal telah terindeks Garuda-Ristek, 36 jurnal masuk dalam indeks SINTA, serta enam jurnal telah menembus indeks internasional.
Direktur Manajemen Publikasi Unhas, Prof. Dr. Andi Dirpan, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pengelola jurnal yang secara konsisten menjaga kualitas tata kelola publikasi ilmiah.
"Akreditasi bukan sekadar pencapaian administratif atau peringkat. Yang lebih penting adalah bagaimana jurnal dikelola dengan baik sehingga mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas, kredibel, dan memberi manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat," ujarnya, Sabtu 1 Agustus 2026.
Menurut Prof. Dirpan, peningkatan kualitas jurnal terjadi di berbagai bidang keilmuan. Mulai dari kedokteran hewan, ilmu kelautan dan perikanan, hingga teknologi pertanian berhasil meningkatkan status akreditasi, menandakan budaya mutu publikasi semakin merata di lingkungan Unhas.
Ia juga menyoroti keberhasilan dua jurnal pengabdian kepada masyarakat yang untuk pertama kalinya memperoleh akreditasi nasional. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah penting agar berbagai inovasi hasil pengabdian tidak berhenti sebagai laporan kegiatan, tetapi terdokumentasi secara ilmiah dan dapat menjadi referensi bagi pihak lain.
"Dua jurnal pengabdian yang berhasil terakreditasi menunjukkan bahwa hasil pengabdian kepada masyarakat kini memiliki ruang yang lebih luas untuk dipublikasikan, dipelajari, bahkan direplikasi oleh berbagai pihak," katanya.
Prof. Dirpan menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sistem pembinaan yang diterapkan Unhas. Seluruh jurnal dipetakan berdasarkan tingkat perkembangannya, kemudian mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Program pembinaan meliputi evaluasi menggunakan instrumen ARJUNA, pelaksanaan coaching clinic, pelatihan pengelolaan Open Journal System (OJS), pemanfaatan DOI dan ORCID, pemeriksaan tingkat kemiripan naskah, hingga penguatan proses telaah sejawat atau peer review.
Selain itu, universitas juga melakukan pendampingan terhadap disiplin penerbitan berkala, dokumentasi proses editorial, mentoring antarpengelola jurnal, serta monitoring secara berkala untuk memastikan kualitas setiap jurnal terus meningkat.
"Kami menerapkan sistem pendampingan yang terstruktur. Setiap jurnal memiliki tantangan yang berbeda sehingga pembinaannya juga disesuaikan. Dengan cara itu, berbagai kekurangan bisa diperbaiki jauh sebelum proses akreditasi dilakukan," jelasnya.
Ke depan, Unhas menargetkan seluruh jurnal yang diterbitkan memperoleh akreditasi nasional. Tidak hanya itu, universitas juga ingin meningkatkan jumlah jurnal yang berada pada kategori SINTA 1 dan SINTA 2 serta memperluas indeksasi internasional melalui peningkatan kualitas substansi, profesionalisme pengelolaan, dan konsistensi penerbitan.
Adapun enam jurnal yang memperoleh akreditasi terbaru yakni Jurnal Riset Veteriner Indonesia, Torani Journal of Fisheries and Marine Science, dan AgriTechno yang naik dari SINTA 4 menjadi SINTA 3.
Sementara Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat meraih akreditasi SINTA 4, sedangkan AbdiTechno (Jurnal Pengabdian Masyarakat) dan Jurnal Lanskap dan Lingkungan (JULIA) memperoleh akreditasi SINTA 5.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...