Laris Diserbu Pembeli, Jajan 10.000 Akan Buka Cabang Keenam di Jalan Perintis Makassar

Laris Diserbu Pembeli, Jajan 10.000 Akan Buka Cabang Keenam di Jalan Perintis Makassar
Manajemen Jajan 10.000 kembali akan membuka cabang baru seiring meningkatnya minat warga Makassar.

LOSARIPOST.com – Konsep kuliner serba Rp10 ribu semakin diminati masyarakat Makassar dan Kabupaten Gowa. 

Dalam waktu kurang dari satu bulan, startup kuliner Jajan 10.000 mencatat penjualan mencapai 73 ribu produk melalui lima cabang yang telah beroperasi.

Tingginya minat masyarakat mendorong manajemen memperluas jaringan dengan membuka cabang keenam yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 3 Agustus 2026 di depan Saung Cobe, Jalan Perintis Kemerdekaan mendatang.

Chief Executive Officer (CEO) Jajan 10.000, Yama, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa konsep kuliner terjangkau mendapat respons positif dari masyarakat. 

Beragam pilihan makanan ditawarkan, mulai dari roti, donat, risoles, palekko hingga aneka makanan tradisional dan modern yang cocok untuk sarapan maupun bekal ke sekolah dan kantor.

"Alhamdulillah, dengan lima cabang yang sudah berjalan kami berhasil mencatat penjualan sekitar 73 ribu produk dalam waktu kurang dari satu bulan. Insya Allah pada 3 Agustus kami akan membuka cabang keenam di depan Saung Cobe Perintis," ujar Yama, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia menyebut Jajan 10.000 hadir sebagai pelopor gerakan penjualan produk kuliner serba Rp10 ribu terbesar di Kota Makassar dengan identitas tenda berwarna merah yang mudah dikenali masyarakat.

Menurut Yama, ekspansi cabang tidak hanya bertujuan memperluas pasar, tetapi juga membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Ke depan akan ada banyak cabang lagi yang kami buka sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM. Harapan kami, semakin banyak tenda merah Jajan 10.000 hadir, semakin banyak pula ratusan hingga ribuan pelaku UMKM yang bisa berkolaborasi dalam ekosistem ini," katanya.

Sementara itu, Market Development Manager Alkaisar menjelaskan, program tersebut dapat berkembang berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan Pemerintah Kota Makassar.

Saat ini, Jajan 10.000 menyediakan lebih dari 100 varian makanan, mulai dari jajanan tradisional hingga makanan siap santap yang seluruhnya dipasarkan dengan harga Rp10 ribu. Operasional penjualan berlangsung setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 10.00 Wita.

"Yang membedakan kami adalah konsep startup yang menyediakan platform transaksi dan distribusi informasi. Kami mengubah pola penjualan produk UMKM yang sebelumnya konvensional menjadi sistem retail yang terpadu dalam satu ekosistem," jelas Alkaisar.

Ia menambahkan, pengembangan usaha tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perluasan akses pasar bagi UMKM sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di Kota Makassar.

Dengan ekspansi yang terus dilakukan, Jajan 10.000 menargetkan semakin banyak pelaku UMKM dapat bergabung dalam jaringan pemasaran mereka sehingga produk lokal memiliki akses yang lebih luas kepada konsumen dengan harga yang tetap terjangkau.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...