LOSARIPOST.com — Digitalisasi menjadi salah satu opsi yang didorong untuk memperkuat usaha pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM di Kota Makassar.

Konsep Jajan 10.000 diperkenalkan kepada puluhan PKL melalui forum pengembangan usaha dan penataan akses yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.
Forum tersebut diarahkan untuk membina pelaku PKL sekaligus membuka akses pengembangan usaha, mulai dari promosi hingga distribusi produk.
CEO PT Tumbuh Bersama UMKM, Nurtayyibul Yama, menjadi salah satu narasumber dengan memaparkan sistem yang dijalankan Jajan 10.000.
Menurut Nurtayyibul, platform tersebut memanfaatkan aplikasi untuk membantu proses penjualan dan distribusi produk UMKM. Pelaku usaha juga dapat memperoleh informasi transaksi secara real time.
“Jajan 10.000 ini merupakan platform yang membantu penjualan dan distribusi produk UMKM dengan menyediakan fasilitas aplikasi yang memberikan informasi secara real time dan transparan dalam proses penjualan produk,” ujar Nurtayyibul.
Ia mengatakan, konsep tersebut dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar di tengah perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah ke sistem digital.
“Keberadaan Jajan 10.000 ini adalah peluang bagi UMKM untuk bisa berkembang,” katanya.
Konsep Jajan 10.000 sendiri mengusung harga Rp10.000 sebagai salah satu pendekatan untuk menjangkau konsumen. Namun, pengembangan konsep tersebut tidak hanya bertumpu pada harga, melainkan juga sistem penjualan dan distribusi berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Arlin mengatakan pembinaan PKL harus diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kemampuan pelaku usaha membaca perubahan pasar.
Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi instrumen untuk memperkuat usaha kecil sekaligus membuka akses pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam memperkenalkan koperasi kepada generasi muda melalui pemanfaatan teknologi digital, pengembangan usaha kreatif, penguatan jejaring ekonomi, serta penerapan tata kelola koperasi yang profesional,” kata Arlin.
Arlin menilai semangat tersebut juga relevan diterapkan pada pengembangan PKL dan UMKM. Pelaku usaha tidak cukup hanya bertahan dengan pola konvensional, tetapi perlu mulai membangun usaha yang lebih tertata, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan teknologi.
Forum yang mempertemukan puluhan PKL dengan narasumber tersebut menjadi bagian dari fasilitasi pengembangan usaha bagi pelaku usaha kecil.
Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar mendorong agar kegiatan pembinaan tidak berhenti pada pemberian pemahaman, tetapi berlanjut pada terbukanya akses promosi, pasar, dan jaringan distribusi.
Penjualan Dipantau Real Time
Salah satu poin yang ditawarkan Jajan 10.000 adalah sistem aplikasi yang memungkinkan informasi proses penjualan tersedia secara real time dan transparan,"
Bagi pelaku UMKM, informasi tersebut dapat menjadi bahan untuk melihat perkembangan penjualan dan mengevaluasi strategi usaha.
Nurtayyibul mengatakan platform tersebut dikembangkan untuk membantu produk UMKM masuk ke sistem penjualan dan distribusi yang lebih terstruktur.
Ia berharap kehadiran konsep Jajan 10.000 dapat dimanfaatkan pelaku PKL sebagai salah satu alternatif untuk memperluas jangkauan pasar.
Forum tersebut sekaligus mempertemukan kebutuhan pelaku PKL di lapangan dengan gagasan pengembangan usaha berbasis teknologi. Pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha kecil mampu memanfaatkan inovasi digital untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan skala bisnisnya.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...