LOSARIPOST.com — Kebakaran menghanguskan dua unit kapal yang tengah bersandar di Dermaga Tanrusampe, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Polisi kini menyelidiki dugaan kebakaran tersebut sengaja dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 18.15 WITA. Api pertama kali terlihat membakar kapal latih perikanan milik SMK Negeri 3 Kelautan Jeneponto sebelum merambat ke kapal penangkap ikan milik warga, H. Sarro (58).
Dugaan pembakaran mencuat karena sumber api masih dalam penelusuran aparat. Polisi saat ini melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengungkap kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Saksi mata, Saparuddin (52), mengatakan api awalnya terlihat dari bagian dalam kapal latih milik SMKN 3 Kelautan Jeneponto.
"Awal kebakaran itu saat magrib sekitar pukul 18.15 WITA, yang awalnya diduga dari ruang mesin kemudian merambat naik ke atas kapal latih perikanan milik SMKN 3 Kelautan. Kemudian apinya merambat ke kapal ikan milik H. Sarro," kata Saparuddin.
Kobaran api yang cepat membesar membuat warga di sekitar dermaga berusaha melakukan pemadaman secara manual. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan api yang terus melalap badan kapal.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Jeneponto kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 20.10 WITA. Petugas bersama warga melakukan pemadaman hingga api berhasil dikuasai sekitar pukul 20.40 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp3,08 miliar.
Kerugian terbesar berasal dari kapal latih perikanan SMKN 3 Kelautan Jeneponto yang ditaksir bernilai sekitar Rp3 miliar. Sementara kapal penangkap ikan milik H. Sarro diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp80 juta.
Kedua kapal diketahui sudah lama tidak digunakan secara aktif. Kapal latih milik SMKN 3 Kelautan Jeneponto telah berada di Dermaga Tanrusampe dalam kondisi rusak selama sekitar tujuh tahun.
Kapal milik H. Sarro juga diketahui telah bersandar di dermaga tersebut selama kurang lebih dua tahun dalam kondisi rusak.
Meski kedua armada tidak sedang beroperasi, kebakaran tersebut tetap menimbulkan kerugian besar, terutama terhadap kapal latih milik SMKN 3 Kelautan Jeneponto.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bukti. Penyidik juga mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pihak tertentu dalam kebakaran tersebut.
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran dan masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan apakah insiden tersebut merupakan kecelakaan atau tindakan pembakaran yang disengaja.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...